cannabis sativa

Diposkan oleh rizky kurniawan

Kingdom: Plantae

Division: Magnoliophyta

Class: Magnoliopsida

Order: Rosales

Family: Cannabaceae

Genus: Cannabis

Species: C. sativa

Ganja atau mariyuana (Cannabis sativa) merupakan golongan tanaman perdu. Cannabis sativa termasuk dalam suku cannabinaceae(ganja-ganjaan).

Morfologi Batang:
Tanaman semusim ini bisa setinggi dua meter dengan batang bercabang-cabang dan merupakan penghasil bahan narkotik yang sangat terkenal.

Morfologi Daun:
Daunnya majemuk menjari atau berbagi. Daunnya mempunyai tangkai dan jumlah helai daunnya selalu dalam bilangan ganjil antara 5-7 dan 9 helai. Helai daunnya menjari dengan bagian pinggirnya yang bergerigi dan ujungnya lancip.
 Daun ganja bentuknya kering, lengket dan berminyak.
 Daun ganja mengandung zat THC(Tetrahydrocannabinol) yaitu suatu zat sebagai elemen aktif yang oleh para ahli dianggap sebagai Hallucinogenio substance atau zat sebagai faktor penyebab terjadinya halusinasi atau khayalan pada seseorang yang menyalahgunakan ganja.



Gbr.1
Daun Cannabis Sativa


Morfologi Bunga:
Umur Cannabis Sativa antara 1-2 tahun dan pada umur 6 bulan sudah mulai berbunga. Ukuran bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda, berumah dua. Ukuran bunga jantannya kecil-kecil dan tersusun dalam tandan.

Morfologi Buah:
Buahnya berbiji satu, yang berwarana hitam kecokelatan dan mengkilat bulat agak menggepeng serta mengandung minyak.

Morfologi Akar:
Cannabis Sativa memiliki akar tunggang dan berwarna agak kecokelatan.

Ada tiga bentuk cannabis: mariyuana, hasyis (hashish) dan minyak hasyis. Mariyuana adalah daun dan bunga kering pada tanaman cannabis dan umumnya dampaknya paling ringan di antara ketiga bentuk cannabis. Hasyis membentuk lapisan minyak kental pada bunga bagian atas yang diambil dan di cetak sebagai gumpalan dari damarkering.KepekatanTHC(Tetrahydrocannabinol) hasyis adalah hasil penyulingan damar tanaman cannabis dan adalah yang terkuat dari semua jenis cannabis.
Mariyuana biasanya dihisap dalam rokok yang digulung dengan tangan, atau memakai pipa. Jenis pekat yaitu hasyis atau minyak hasyis, sering dihisap dengan rokok biasa atau dimasukkan ke dalam bahan makanan seperti kue atau biskuit dan dimakan.

Bentuk tanaman ganja banyak variasinya, tidak hanya bergantung pada tanah dan iklim tetapi juga pada sifat-sifat genetik. Tanaman penghasil serat dan biji banyak terdapat di daerah beriklim sedang. Biasanya tanaman lebih tinggi dan mempunyai batang dan daun yang lebih besar daripada tanaman penghasil obat narkotika. Tanaman jantannya menghasilkan serat yang lebih baik daripada tanaman betina, namun tanaman betinanya juga menghasilkan biji yang biasanya digunakan dalam pembuatan cat, sabun, minyak lampu dan makanan burung dan penganan. Seratnya digunakan untuk membuat kain kasar dan tali. Meskipun tanaman ini mengandung resin namun kadar resinnya tidak tinggi sehingga penanamannya tidak dilarang.
Sementara itu ukuran tanaman ganja penghasil narkotik lebih kecil. Daerah penyebarannya terutama di daerah subtropis dan tropis. Tanaman ini juga menghasilkan serat, tetapi mutunya tidak baik dan sukar diperoleh. Semua bagian tanaman dapat menghasilkan resin, tetapi kadar resin tertinggi terdapat pada daun pelindung yang membungkus bunga betina. Bunga betina dan daun juga mengandung resin yang tinggi kadarnya namun masih lebih rendah jika disbanding dengan daun pelindung. Akar dan biji paling rendah kadar resinnya. Banyak Negara yang melarang penanaman ganja jenis ini.Sebagaimana jenis narkotika lainnya, penyalahgunaan ganja mempunyai efek terhadap fisik maupun psikis bagi pemakainya.

 Budidaya
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
 Daerah AsaL
Ganja berasal dari Asia Tengah, tetapi kemudian menyebar ke seluruh dunia, baik yang beriklim sedang, subtropics maupun tropis.
Di Indonesia, Ganja ditanam di Sumatra, Jawa, dan Bali sampai ketinggian 1400 meter diatas permukaan laut, atau tumbuh liar di hutan-hutan, serta terdapat sebagai gulma di perladangan.

 Organologi Batang
Jaringan pokok penyusun batang :

# Epidermis
Berfungsi sebagai pelindung, pada batang yang muda sering disebut hypodermis sedangkan pada batang yang sudah tua dikenal dengan peridermis.
Biasanya Epidermis dilapisi oleh kutikula, sementara itu derivate dari epidermis adalah stomata, trikomata, sel silica dan sel gabus.

# Korteks
Merupakan daerah antara epidermis dan silinder pembuluh.
Tersusun atas :
* Parenkim
* Kolenkim, Sklerenkim
* Kelenjar Minyak, Sel Lendir
* Kolenkim

# Stele
System jaringan pengangkut, dan tersusun atas :
• Perisikel
• Kambium
• Empulur

 Organologi Akar
Akar berasal dari radikula dan pangkal batang.
Susunan anatominya hampir serupa dengan anatomi batang namun pada akar lebih simple.
Jaringan pokok Akar, yaitu :

# Epidermis
• Bulu/ rambut akar
Berfungsi sebagai penyerapan dan penyokong
• Korteks
Tersusun atas : ^ Parenkim : berisi tepung
^ Sklerenkim dan Kolenkim
^ Eksodermis : lapisan terluar dari korteks, terletak di bawah epidermis dan dindingnya mengandung suberin.
^ Endodermis : Merupakan lapisan terdalam dari korteks.
• Stele
Merupakan jaringan di sebelah dalam endodermis.terdiri atas xylem, floem perisikel dan empulur.

 Organologi daun
Merupakan organ yang paling bervariasi, jaringan penyusunnya adalah
• Epidermis(epidermis atas dan epidermis bawah)
• Mesofil ( jaringan Tiang dan jaringan bunga karang untuk tanaman dikotil dan jaringan bunga karang untuk tanaman monokotil). Cannabis Sativa merupakan tanaman dikotil sehingga tersusun atas jaringan tiang dan jaringan bunga karang.
• Berkas pengangkut, yang terdapat pada tulang daun.

 Organologi Bunga
• Perhiasan Bunga
Terdiri dari: ^ Mahkota bunga (corolla)
^ Kelopak (Kaliks)
• Organ reproduksi: ^ Androecium = benang sari (stamen)
^ Gynoecium = karpela (pistillum)

0 komentar:

Poskan Komentar

kutunggu pendapatmu...


ShoutMix chat widget

tingkatkan rasa patriotisme mu...